Dalam mengidentifikasi sebab, pemeriksa perlu menyadari adanya perbedaan pola pikir pemeriksa atas sebuah kejadian dengan realita yang sebenarnya terjadi. Urutan realita kejadian adalah?

Dalam mengidentifikasi sebab, pemeriksa perlu menyadari adanya perbedaan pola pikir pemeriksa atas sebuah kejadian dengan realita yang sebenarnya terjadi. Urutan realita kejadian adalah?

  1. Kondisi – Kriteria – Akibat – Sebab
  2. Kondisi – Sebab – Akibat – Kriteria
  3. Kriteria – Sebab – Kondisi – Akibat
  4. Akibat – Kondisi – Sebab – Kriteria
  5. Semua jawaban benar

Jawaban yang benar adalah: C. Kriteria – Sebab – Kondisi – Akibat.

Dilansir dari Ensiklopedia, dalam mengidentifikasi sebab, pemeriksa perlu menyadari adanya perbedaan pola pikir pemeriksa atas sebuah kejadian dengan realita yang sebenarnya terjadi. urutan realita kejadian adalah Kriteria – Sebab – Kondisi – Akibat.

Pembahasan dan Penjelasan

Menurut saya jawaban A. Kondisi – Kriteria – Akibat – Sebab adalah jawaban yang kurang tepat, karena sudah terlihat jelas antara pertanyaan dan jawaban tidak nyambung sama sekali.

Menurut saya jawaban B. Kondisi – Sebab – Akibat – Kriteria adalah jawaban salah, karena jawaban tersebut lebih tepat kalau dipakai untuk pertanyaan lain.

Menurut saya jawaban C. Kriteria – Sebab – Kondisi – Akibat adalah jawaban yang paling benar, bisa dibuktikan dari buku bacaan dan informasi yang ada di google.

Menurut saya jawaban D. Akibat – Kondisi – Sebab – Kriteria adalah jawaban salah, karena jawaban tersebut sudah melenceng dari apa yang ditanyakan.

Menurut saya jawaban E. Semua jawaban benar adalah jawaban salah, karena setelah saya coba cari di google, jawaban ini lebih cocok untuk pertanyaan lain.

Kesimpulan

Dari penjelasan dan pembahasan serta pilihan diatas, saya bisa menyimpulkan bahwa jawaban yang paling benar adalah C. Kriteria – Sebab – Kondisi – Akibat.

Trending Lainya:   Mengapa butir pertama dalam Piagam Jakarta diubah?

Jika anda masih punya pertanyaan lain atau ingin menanyakan sesuatu bisa tulis di kolom kometar dibawah.